Latest Post
Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts
13:29
Mojokerto, hapraindonesia.co - Dalam sebulan Suro Pemerintah Kabupaten Mojokerto setiap tahun sekali, Menggelar Kirab Bumi Nuswantoro. Tak kecuali di tahun ini 1951 Saka 2018 dalam kalender masehi.
Bertempat di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH minggu (16/09/2018). "Dalam Kirab Bumi Nuswantoro mengusung tema Digdaya Mahapati Gajah Mada".
Kirab mengambil rute di Pendopo Agung Trowulan dan selesai di Komplek Makam Troloyo dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan istri, tidak ada Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kirab diikuti ratusan peserta dari SMA, MA, Paskibraka, dan juga karya Trawas Trashion Carnival.
Sesampainya di Pendopo Agung, Forkopimda menerima pengalungan bunga oleh Budayawan dan di lanjutkan dengan prosesi penyerahan 4 pusaka Majapahit. Pusaka yang menyediakan Antara lain yaitu Pataka Majapahit, Bendera Merah Putih, Tombak Samudro Pusaka, dan Payung Gringsing. Pataka diserahkan kepada Wakil Bupati Pungkasiadi, SHQ Bendera merah putih diserahkan kepada Dandim 0815, Tombak Pusaka dari kepada Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos SIK MH dan Payung Gringsing kepada Kajari Mojokerto, Lubis SH.MH.
Pataka Merah Putih diberikan kepada Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata karena merupakan sosok yang tepat sebagai abdi utama dari Nusa dan bangsa. Dalam sejarah, Polri memang erat mencatatnya dengan Kerajaan Majapahit. Dimana Maha Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengawal darurat yang disebut Pasukan Bhayangkara. Inilah yang menjadi cikal akan terbentukan Polri. Dengan salah satu prinsipnya Satya Haprabu "Setia ke Negara, Pimpinannya dan Rakyat". Untuk itu Kapolres Mojokerto adalah Maha Patih Gajah Mada pada era milenial saat ini.
Terlebih dahulu dilakukan arak-arakan bendera merah putih Warna-warni kearifan lokal budaya Majapahit menyemarakan gelar tahunan Ruwat Agung Nuswantoro. Para peserta yang terdiri SMAN / SMKN menampilkan cerita sesuai dengan tema yang diusung Dinas Pariwisata, Disparpora, Kabupaten Mojokerto sebagai panitia pelaksana. Mulai di Pendopo Agung Trowulan dan selesai di Komplek Makam Troloyo.
Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH menjelaskan Kabupaten Mojokerto memiliki peninggalan sejarah kerajaan mojopahit dan nilai-nilai tradisi keragaman budaya dan adat istiadat dengan keunikan perlu untuk memperluas ruang kreatif dan berbagi bahkan memungkinkan untuk mengolahnya nilai-nilai akademik budaya yang ada ditengah masyarakat. Karena kabupaten mojokerto memiliki sejarah yang cukup panjang dengan kehidupan bermasyarakat dan terus berkembang secara dinamis.
Kabupaten Mojokerto telah meningkatkan atensi baik sebagai pusat pemerintahan maupun pusat pertumbuhan ekonomi sosial budaya. Ditetapkan trowulan sebagai kategori budaya peringkat nasional. Sejalan ditetapkan trowulan sebagai kawasan cagar Budaya pemerintahan provinsi jawa timur.
Dalam kesempatan ini kami mengatas namakan pemerintah kabupaten mojokerto Menyampaikan Penghargaan dan terima kasih kepada panitia penyelanggara yang telah melakukan kegiatan kirab agung bumi nuswantoro 2018 bulan kegiatan ini dapat diminati masyarakat mojokerto dan sekitarnya. Yang lebih besar dari ini adalah lebih baik dan lebih baik dibandingkan dengan sekolah menengah, perbankan, perusahaan, sanggar tari dan paguyuban atau kelompok budaya di kabupaten mojokerto. "Tutur Pungkasiadi.
(Taurus)
Kirab Bumi Nuswantoro Tahun 1951 Saka, 2018 Masehi Di Pendopo Trowulan Mojokerto
Written By Hapraindonesia on 9/17/2018 | 13:29
![]() |
| Foto: Taurus / HI |
Bertempat di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH minggu (16/09/2018). "Dalam Kirab Bumi Nuswantoro mengusung tema Digdaya Mahapati Gajah Mada".
Kirab mengambil rute di Pendopo Agung Trowulan dan selesai di Komplek Makam Troloyo dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan istri, tidak ada Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kirab diikuti ratusan peserta dari SMA, MA, Paskibraka, dan juga karya Trawas Trashion Carnival.
Sesampainya di Pendopo Agung, Forkopimda menerima pengalungan bunga oleh Budayawan dan di lanjutkan dengan prosesi penyerahan 4 pusaka Majapahit. Pusaka yang menyediakan Antara lain yaitu Pataka Majapahit, Bendera Merah Putih, Tombak Samudro Pusaka, dan Payung Gringsing. Pataka diserahkan kepada Wakil Bupati Pungkasiadi, SHQ Bendera merah putih diserahkan kepada Dandim 0815, Tombak Pusaka dari kepada Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos SIK MH dan Payung Gringsing kepada Kajari Mojokerto, Lubis SH.MH.
Pataka Merah Putih diberikan kepada Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata karena merupakan sosok yang tepat sebagai abdi utama dari Nusa dan bangsa. Dalam sejarah, Polri memang erat mencatatnya dengan Kerajaan Majapahit. Dimana Maha Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengawal darurat yang disebut Pasukan Bhayangkara. Inilah yang menjadi cikal akan terbentukan Polri. Dengan salah satu prinsipnya Satya Haprabu "Setia ke Negara, Pimpinannya dan Rakyat". Untuk itu Kapolres Mojokerto adalah Maha Patih Gajah Mada pada era milenial saat ini.
![]() |
| Foto: Taurus/HI |
Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH menjelaskan Kabupaten Mojokerto memiliki peninggalan sejarah kerajaan mojopahit dan nilai-nilai tradisi keragaman budaya dan adat istiadat dengan keunikan perlu untuk memperluas ruang kreatif dan berbagi bahkan memungkinkan untuk mengolahnya nilai-nilai akademik budaya yang ada ditengah masyarakat. Karena kabupaten mojokerto memiliki sejarah yang cukup panjang dengan kehidupan bermasyarakat dan terus berkembang secara dinamis.
Kabupaten Mojokerto telah meningkatkan atensi baik sebagai pusat pemerintahan maupun pusat pertumbuhan ekonomi sosial budaya. Ditetapkan trowulan sebagai kategori budaya peringkat nasional. Sejalan ditetapkan trowulan sebagai kawasan cagar Budaya pemerintahan provinsi jawa timur.
Dalam kesempatan ini kami mengatas namakan pemerintah kabupaten mojokerto Menyampaikan Penghargaan dan terima kasih kepada panitia penyelanggara yang telah melakukan kegiatan kirab agung bumi nuswantoro 2018 bulan kegiatan ini dapat diminati masyarakat mojokerto dan sekitarnya. Yang lebih besar dari ini adalah lebih baik dan lebih baik dibandingkan dengan sekolah menengah, perbankan, perusahaan, sanggar tari dan paguyuban atau kelompok budaya di kabupaten mojokerto. "Tutur Pungkasiadi.
(Taurus)
Label:
budaya
,
mojokerto
,
Polres Mojokerto
10:30
Kediri, hapraindonesia.co - Pemerintah Kabupaten Kediri bekerja sama dengan pegiat kesenian jaranan yang tergabung dalam PASJAR (Paguyuban Seni Jaranan) Kabupaten Kediri menggelar Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu yang dipusatkan di area SLG Kediri, Jawa Timur Sabtu (14/07/2018) sore.
Ivent tahunan yang memasuki tahun ke-5 ini selalu digelar oleh pemerintah setempat dalam penutupan rangkaian Perayaan HUT Kabupaten Kediri Ke- 1215, yang dikemas dalam pekab budaya dan pariwisata.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri Adi Suwignyo menuturkan, pagelaran Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu ini merupakan puncak acara dari rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri. Ribuan penonton berjubel, tampak antusias menyaksikan tarian kepala yang berbentuk naga ini yang dimainkan sekitar 3.000 pembarong.
"Barongan sendiri merupakan bagian dari seni jaranan kesenian budaya tradisional asli bumi panji kediri. Alhamdulilah tahun ink diikuti oleh berbagai daerah di seluruh Indonesia, sepetri Bontang, Riau, Jakarta, dan beberapa kota lain dan sekarang ini tk Kurang dari 2600 tari barong dewasa dan anak-anak lebih dari 300 penari, total lebih dari 3000 Penari" tutur Adi Suwignyo.
Terpisah dihubungi melalui WA, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Krisna Setiawan mengatakan, dengan seringnya diadakan kegiatan yang mengangkat tema kebudayaan, diharapkan dapat dapat meningkatkan pariwisata dan berpengaruh positif pada sektor- sektor pendukung lainnya.
"Tentunya acara- acara dengan tema budaya yg diselenggarakan di Kabupaten Kediri diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan berpengaruh positif pada sektor- sektor pendukung lainnya" tutur Krisna.
Sementara itu ditemui seusai acara ketua PASJAR Kabupaten Kediri Bopo Hary Pratondo, menuturkan kedepannya beliau berharap masyarakat kediri bisa semakin nguri-nguri kebudayaan daerah, khususnya kebudayaan asli kediri.
"Saya berharap kedepannya tari barong Sewu ini bisa nguri-nguri sejarah kebudayaan nasional, dan saya jga berharap kepada masyarakat yang memiliki putra-putri yang memiliki jiwa seni, jika mengikuti latihan jaranan atau barongan jangan ampai dilarang" Harapnya.
Lebih Lanjut Bopo Hary Pratondo menambahkan, Barongan berasal dari kata barong atau yang biasa disebut dengan caplokan. Barongan adalah bagian dari kesenian jaranan, yaitu kesenian dari bumi panji KEDIRI.
"Tari sewu barong ini menggambarkan nafsu duniawi manusia yang akan selalu dalam kondisi baik dan positif apabila bisa dikendalikan dengan benar. dan harapan saya kedepan nantinya dengn terselenggaranya acara ini mampu menumbuhkan rasa cinta dan kemauan untuk nguri- nguri kebudayaan kita sendiri" tutupnya.
(B@m/Red)
3.000 Pembarong, Hibur Ribuan Warga Kediri
Written By Hapraindonesia on 7/14/2018 | 10:30
![]() |
| Foto: Dok/HI |
Ivent tahunan yang memasuki tahun ke-5 ini selalu digelar oleh pemerintah setempat dalam penutupan rangkaian Perayaan HUT Kabupaten Kediri Ke- 1215, yang dikemas dalam pekab budaya dan pariwisata.
![]() |
| Foto: Dok/HI |
"Barongan sendiri merupakan bagian dari seni jaranan kesenian budaya tradisional asli bumi panji kediri. Alhamdulilah tahun ink diikuti oleh berbagai daerah di seluruh Indonesia, sepetri Bontang, Riau, Jakarta, dan beberapa kota lain dan sekarang ini tk Kurang dari 2600 tari barong dewasa dan anak-anak lebih dari 300 penari, total lebih dari 3000 Penari" tutur Adi Suwignyo.
![]() |
| Foto: Dok/HI |
"Tentunya acara- acara dengan tema budaya yg diselenggarakan di Kabupaten Kediri diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan berpengaruh positif pada sektor- sektor pendukung lainnya" tutur Krisna.
![]() |
| Foto: Dok/HI |
"Saya berharap kedepannya tari barong Sewu ini bisa nguri-nguri sejarah kebudayaan nasional, dan saya jga berharap kepada masyarakat yang memiliki putra-putri yang memiliki jiwa seni, jika mengikuti latihan jaranan atau barongan jangan ampai dilarang" Harapnya.
Lebih Lanjut Bopo Hary Pratondo menambahkan, Barongan berasal dari kata barong atau yang biasa disebut dengan caplokan. Barongan adalah bagian dari kesenian jaranan, yaitu kesenian dari bumi panji KEDIRI.
"Tari sewu barong ini menggambarkan nafsu duniawi manusia yang akan selalu dalam kondisi baik dan positif apabila bisa dikendalikan dengan benar. dan harapan saya kedepan nantinya dengn terselenggaranya acara ini mampu menumbuhkan rasa cinta dan kemauan untuk nguri- nguri kebudayaan kita sendiri" tutupnya.
(B@m/Red)
Label:
budaya
,
jawa timur
,
kediri
,
Kesenian
,
Seni dan Budaya





